Banyuasin — Moto Sedulang Setudung Kabupaten Banyuasin sebagai nilai utama yang mengikat kehidupan masyarakat Banyuasin: kebersamaan, persatuan, dan keikhlasan dalam membangun daerah.
Ungkapan yang berasal dari bahasa daerah ini menggambarkan semangat hidup masyarakat yang senantiasa mengedepankan gotong royong, saling membantu, dan berjalan seiring dalam setiap langkah pembangunan.
Makna Sedulang Setudung bukan sekadar semboyan. Ia merupakan filosofi yang telah diwariskan turun-temurun, menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan. “Sedulang” melambangkan satu wadah yang dipikul bersama, sementara “Setudung” menggambarkan satu naungan, satu payung besar tempat seluruh masyarakat berteduh. Keduanya menjadi simbol kuat bahwa kemajuan Banyuasin hanya bisa dicapai bila dikerjakan secara bersama-sama.
Pita putih yang turut mengiringi makna moto ini menjadi representasi kesetiaan dan keluhuran. Warna putih dipilih untuk mengingatkan bahwa seluruh langkah pembangunan harus tulus, bersih dari kepentingan pribadi, dan sepenuhnya diarahkan demi kesejahteraan masyarakat.
Berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Banyuasin kini kembali menegaskan pentingnya semangat Sedulang Setudung dalam mewujudkan pembangunan yang merata. Mulai dari desa hingga kota, nilai kebersamaan ini menjadi energi yang menyatukan masyarakat dalam menjaga ketenteraman, mendorong kreativitas, serta memperkuat budaya lokal.
Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus modernisasi, moto ini diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga hidup dalam tindakan. Dengan semangat Sedulang Setudung, Banyuasin optimis memantapkan diri sebagai daerah yang maju, harmonis, dan menjunjung tinggi persatuan warganya.(***)













