Pendidikan

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Paparkan Capaian 100 Hari Kerja, Fokus pada Penguatan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

129
×

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Paparkan Capaian 100 Hari Kerja, Fokus pada Penguatan Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

Sebarkan artikel ini

Nusantara2.Com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan sejumlah terobosan kebijakan dalam rangka mengembangkan pendidikan Indonesia setelah menjabat selama 100 hari.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, Abdul Mu’ti memaparkan enam program prioritas yang telah dilaksanakan Kemendikdasmen, yang mencakup penguatan pendidikan karakter, wajib belajar 13 tahun, pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, pengembangan talenta dan prestasi, serta pemenuhan sarana pendidikan.

“Kami juga terus fokus pada peningkatan kualitas dan kompetensi guru, serta memperbaiki fasilitas pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik,” jelas Abdul Mu’ti dalam rapat yang digelar di Jakarta, Jumat (24/1/2025).

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah yang telah diambil oleh Kemendikdasmen. Hetifah menyoroti bahwa kebijakan yang diusung banyak berpihak pada kepentingan anak dan guru, sehingga pembelajaran di sekolah menjadi semakin kondusif. Ia juga berharap agar program-program ini terus berlanjut, terutama dengan memprioritaskan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T), serta daerah yang terdampak bencana.

“Sesuai dengan mandat konstitusi, alokasi anggaran pendidikan harus mencapai 20 persen dari APBN. Kemendikdasmen yang mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp33,5 triliun pada 2025 diharapkan dapat memanfaatkannya secara optimal untuk kemajuan pendidikan di Indonesia,” ungkap Hetifah.

Program percepatan juga telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, mulai dari PAUD hingga SMA.

Salah satunya adalah program peningkatan kesejahteraan guru, melalui tunjangan sertifikasi pendidik, redistribusi guru ASN, dan penyederhanaan pengelolaan kinerja guru. Selain itu, pelatihan guru BK, sertifikasi pendidik, serta peningkatan kompetensi guru juga menjadi fokus utama, dengan target 605.650 guru berhasil lulus PPG pada November-Desember 2024.

Selain itu, Kemendikdasmen juga menggulirkan berbagai inisiatif penting seperti Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan literasi berbasis PISA, serta peningkatan pendidikan vokasi melalui pengajaran berbasis industri dan SMK Pusat Keunggulan.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, diharapkan pendidikan di Indonesia dapat semakin berkualitas, merata, dan berdaya saing tinggi di tingkatglobal.(***)