OPINI

Kampung Wisata Keramik Dinoyo: Digitalisasi Buka Peluang Baru bagi UMKM dan Melestarikan Budaya Lokal

99
×

Kampung Wisata Keramik Dinoyo: Digitalisasi Buka Peluang Baru bagi UMKM dan Melestarikan Budaya Lokal

Sebarkan artikel ini

Nusantara2.Co – Kampung Wisata Keramik Dinoyo di Malang, Jawa Timur, menjadi contoh sukses digitalisasi yang mampu membuka peluang baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Digitalisasi ini tidak hanya membantu memperkenalkan kerajinan lokal ke pasar global, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat sekitar.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomdigi), Meutya Hafid, dalam acara “Upscaling UMKM Digital: Digitalize Culture through Technology” pada Sabtu (4/1/2025), menyampaikan bahwa transformasi digital di Kampung Dinoyo menjadi bukti nyata bagaimana teknologi bisa meningkatkan daya saing UMKM dan mengangkat warisan budaya Indonesia.

“Kampung Wisata Keramik Dinoyo menunjukkan bahwa digitalisasi dapat memperkenalkan budaya lokal ke dunia internasional, menciptakan nilai tambah, dan membuka peluang ekonomi baru,” ujar Meutya Hafid.

Dalam acara yang dihadiri oleh lebih dari 100 pelaku UMKM lokal, Menkomdigi menekankan pentingnya adopsi teknologi digital seperti e-commerce, media sosial, dan aplikasi pembayaran untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi operasional. UMKM Kampung Dinoyo, yang memiliki 23 kios dan menghasilkan hingga lima juta keramik per bulan, mencatatkan omzet rata-rata sebesar Rp20 – 24 juta.

Keberadaan UMKM ini telah meningkatkan perekonomian Kampung Dinoyo hingga 40 persen.

Pemerintah berkomitmen mendukung digitalisasi UMKM melalui berbagai upaya, termasuk penyediaan infrastruktur internet yang handal di kawasan wisata dan pelatihan untuk pelaku UMKM agar mereka lebih siap beradaptasi dengan teknologi.

Menkomdigi juga menegaskan bahwa digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang memberdayakan masyarakat untuk menciptakan ekonomi yang lebih inklusif.

Dengan langkah ini, Meutya yakin digitalisasi dapat menginspirasi UMKM lainnya di seluruh Indonesia untuk mengadopsi teknologi demi meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

“Kolaborasi antara berbagai pihak sangat penting untuk menjaga keberlanjutan budaya lokal sekaligus membawa Indonesia lebih maju di kancah internasional,” tutup Meutya Hafid.(***)