Nusantara2.Co – Dakwah Islam yang moderat dan damai semakin mendapat tempat di Eropa. Salah satu buktinya adalah kehadiran Rahmat Taufik Sipahutar, juara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional 2020, yang kini ditugaskan sebagai imam dan dai di Berlin, Jerman.
Rahmat terpilih dalam program Pengiriman Dai ke Luar Negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Program ini bertujuan untuk memperkenalkan wajah Islam yang inklusif dan moderat kepada komunitas Muslim di negara-negara dengan populasi Muslim kecil.
“Ini pengalaman berharga dalam perjalanan dakwah di tengah komunitas Muslim di Eropa. Saya bersyukur atas kesempatan ini,” ujar Rahmat, Senin (24/3/2025).
Dakwah yang Menginspirasi
Sebagai imam di Berlin, Rahmat memiliki berbagai tugas, seperti:
Membimbing kajian moderasi beragama
Mengajarkan tahsin dan tilawah Al-Qur’an
Mengadakan program tafsir klasik dan kontemporer
Memimpin salat Tarawih dan pengajian Ramadan
Di tengah masyarakat yang multikultural, Rahmat berusaha membangun dialog dengan pendekatan diplomatis. “Memahami perbedaan lebih penting daripada memaksakan persatuan,” katanya.
Ia juga kerap mendapat pertanyaan dari Muslim lokal tentang mengapa orang Indonesia begitu fasih dalam membaca Al-Qur’an. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme Muslim di Jerman terhadap Islam, baik dari kalangan diaspora maupun warga asli.
Masjid di Jerman, Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah
Rahmat mengungkapkan bahwa masjid di Jerman memiliki peran besar dalam komunitas Muslim. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga menyediakan layanan:
Pendidikan anak Muslim
Pusat zakat dan bantuan sosial
Mini shop dan tempat berkumpul mahasiswa Muslim
Wajah Islam Indonesia di Mata Dunia
Program ini sejalan dengan visi “Beragama Berdampak” yang diusung Kemenag. Direktur Penerangan Agama Islam, Ahmad Zayadi, menjelaskan bahwa program ini telah memasuki tahun kedua dan bertujuan memperluas peran para juara MTQ dan STQ dalam membangun citra Islam yang damai dan moderat.
“Para dai yang dikirim bukan hanya berdakwah, tetapi juga membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang menjadi ciri khas masyarakat Muslim Indonesia,” jelas Zayadi.
Rahmat pun mengajak umat Islam di Indonesia untuk terus mendukung dakwah di Eropa. “Semakin baik wajah Islam di Indonesia, semakin baik pula pandangan dunia terhadap Muslim Indonesia,” tutupnya.
Dengan kehadiran para dai muda seperti Rahmat di Jerman, Islam Nusantara semakin dikenal sebagai wajah Islam yang ramah, moderat, dan penuh kedamaian di dunia internasional.(***)













