Nusantara

Makan Gratis Bulan Ramadhan Tetap Jalan

90
×

Makan Gratis Bulan Ramadhan Tetap Jalan

Sebarkan artikel ini

Nusantara2.Co – Meski umat Muslim tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan, pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis untuk anak-anak Indonesia tetap berjalan tanpa hambatan. Di berbagai daerah, distribusi paket makanan tetap dilakukan dengan penyesuaian waktu dan menu yang lebih sesuai kebutuhan selama Ramadan.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Kementerian Kesehatan terus menggulirkan program ini untuk memastikan asupan gizi anak-anak Indonesia terpenuhi, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Jika pada hari biasa anak-anak menerima menu lengkap seperti lauk pauk segar, susu, dan buah, kini paket makanan bergizi disesuaikan.

Menu Ramadan kali ini difokuskan pada makanan yang lebih awet, praktis, namun tetap kaya nutrisi, seperti kurma, kacang-kacangan, susu UHT, dan makanan kering bergizi tinggi. Semua ini demi memastikan kualitas gizi tetap terjaga meskipun terjadi penyesuaian konsumsi saat puasa.

Distribusi Paket Makanan Saat Waktu Sahur dan Berbuka

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kemendikbudristek, menyampaikan bahwa waktu penyaluran makanan juga disesuaikan dengan waktu sahur dan berbuka puasa. “Kami ingin memastikan anak-anak tetap menerima haknya untuk mendapatkan asupan nutrisi seimbang, apalagi selama bulan puasa kebutuhan energi dan zat gizi harus tetap diperhatikan.

Pemerintah daerah juga aktif berkoordinasi untuk memperlancar distribusi di lapangan.

Makanan Bergizi, Kunci Kesehatan Anak Indonesia

Kementerian Kesehatan menegaskan pentingnya asupan bergizi bagi anak-anak selama Ramadan. “Meskipun anak-anak berpuasa, asupan gizi yang baik saat sahur dan berbuka sangat berperan dalam menjaga daya tahan tubuh, mencegah anemia, dan mendukung perkembangan otak.

Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus bangsa. Pada 2025, pemerintah menargetkan cakupan program ini menjangkau lebih banyak daerah tertinggal, terluar, dan terisolasi.(***)