Sumsel

Ternyata Sumsel Memiliki Kopi Yang Menyapa Nusantara

62
×

Ternyata Sumsel Memiliki Kopi Yang Menyapa Nusantara

Sebarkan artikel ini
oplus_32

Nusantara2.Co – Di balik hijaunya perbukitan dan udara sejuk di dataran tinggi Sumatera Selatan, tumbuh harapan dan harum cita rasa dalam setiap biji kopi yang dipanen. Tak banyak yang tahu, Bumi Sriwijaya ternyata menyimpan kekayaan kopi yang tak kalah saing dengan Gayo, Toraja, maupun Java. Dengan luas kebun kopi mencapai 250 ribu hektare dan produksi tahunan lebih dari 110 ribu ton, Sumsel kini mulai menegaskan eksistensinya sebagai raja kopi robusta Indonesia.

Menurut Ketua Dewan Kopi Sumsel, Drs. HM. Zein Ismed, MBA, sekitar 95 persen kopi yang dihasilkan di Sumsel adalah jenis robusta—dikenal dengan rasa kuat, aroma tajam, dan kadar kafein yang tinggi. Bahkan, sebagian kopi robusta Sumsel kini mulai menembus pasar ekspor dan digandrungi penikmat kopi di luar negeri.

Berikut lima kopi unggulan dari Sumsel yang tak hanya nikmat di lidah, tapi juga sarat cerita:

1. Kopi Semendo – Favorit Sang Ratu dari Belanda

Di punggung Bukit Barisan, tepatnya di Semende, Muara Enim, kopi ini tumbuh di udara dingin dan tanah yang subur. Robusta Semendo terkenal pekat, harum cokelat, dan tebal di mulut. Tak heran, di masa kolonial, kopi ini disebut-sebut sebagai kopi favorit Ratu Yuliana dari Belanda. Kini, kopi Semendo menjadi andalan warung kopi lokal hingga kafe modern.

2. Kopi Ranau – Rasa Tradisi dari Danau Legenda

Dari lereng pegunungan di OKU Selatan, kopi Ranau diolah dengan cara tradisional: dijemur di bawah sinar matahari, dikupas, lalu disangrai. Kopi ini lahir dari desa-desa yang mengandalkan alam dan warisan leluhur. Rasa dan aroma khasnya menjadi pengingat bahwa yang klasik justru bisa jadi paling elegan.

3. Kopi Dempo – Aroma Lembut dari Kaki Gunung

Pagaralam bukan hanya kota wisata, tapi juga rumah bagi ribuan hektare kebun kopi yang menghijau di kaki Gunung Dempo. Kopi robusta dari sini dikenal dengan aroma yang wangi dan rasa yang halus. Cocok untuk kamu yang mencari kenikmatan kopi tanpa rasa getir berlebihan. Bagi pecintanya, satu teguk kopi Dempo bisa membangkitkan nostalgia dan ketenangan.

4. Kopi Besemah – Warisan Leluhur dari Lahat

Di Lahat, minum kopi bukan hanya kebiasaan—itu budaya. Dengan lahan kopi lebih dari 114 ribu hektare, Lahat menjadi wilayah dengan produksi kopi terbesar di Sumatera Selatan. Kopi Besemah yang tumbuh di sini mewakili semangat masyarakat yang tangguh. Rasanya kuat, karakter tanahnya terasa, dan menyimpan cerita dari setiap tetes keringat petaninya.

5. Kopi Selangit – Sentuhan Unik dari Empat Lawang

Berasal dari dataran tinggi Empat Lawang, kopi Selangit punya keunikan tersendiri. Meski masuk dalam jenis robusta.(***)