Nusantara2.Co – Kabar baik bagi masyarakat yang merencanakan mudik dan berwisata di masa Lebaran 2025. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) resmi menurunkan tarif jasa kebandarudaraan.
Penurunan tarif ini diyakini berdampak langsung pada turunnya harga tiket pesawat, sekaligus mendukung kelancaran arus mudik dan wisata selama periode libur panjang tahun ini.
Direktur Utama InJourney Airports, Faik Fahmi, menyampaikan bahwa perusahaan BUMN ini menurunkan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) serta Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) hingga 50 persen.
“Penyesuaian tarif PJP2U akan langsung terasa oleh penumpang dalam bentuk tarif tiket yang lebih terjangkau. Sedangkan penurunan tarif PJP4U menjadi dorongan besar bagi operasional maskapai agar lebih efisien,” jelas Faik dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (12/3).
Tak hanya soal tarif, InJourney Airports juga meningkatkan layanan bandara. Mengantisipasi lonjakan penumpang saat arus mudik dan balik Lebaran, tujuh bandara utama di Indonesia dipastikan beroperasi selama 24 jam penuh.
Bandara-bandara tersebut antara lain Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), I Gusti Ngurah Rai (Bali), Kualanamu (Deli Serdang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Hang Nadim (Batam), Sultan Hasanuddin (Makassar), dan Sam Ratulangi (Manado).
Kemenpar Dorong Wisata Lebaran Lewat Kampanye #MudikYuk dan #LebaranDiJakartaAja
Sejalan dengan upaya InJourney Airports, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) turut ambil bagian untuk menghidupkan suasana Lebaran 2025. Melalui kampanye #MudikYuk dan #LebaranDiJakartaAja, Kemenparekraf mendorong masyarakat tidak hanya pulang kampung, tetapi juga berwisata di dalam negeri.
Program ini menjadi bagian dari kampanye besar #DiIndonesiaAja dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), yang menargetkan 1,08 miliar perjalanan wisatawan Nusantara sepanjang 2025. Berbagai paket wisata menarik ditawarkan, mulai dari destinasi wisata keluarga, religi, hingga paket city tour yang ramah di kantong.(***)













